Peran Guru Sebagai Fasilitator Dalam Penerapan Metode Eksperimen Untuk Penguatan Soft Skill Siswa Kelas V Pada Mata Pelajaran IPAS
Abstract
Pendidikan di sekolah dasar cenderung menekankan aspek akademik, sementara pengembangan soft skill seperti komunikasi, rasa ingin tahu, kreativitas, religius, dan tanggung jawab masih kurang diperhatikan. Guru memiliki peran penting sebagai fasilitator dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dengan menerapkan metode eksperimen. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi metode eksperimen dalam pengembangan soft skill siswa serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru di kelas Va SDN 146 Barambang 1. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Partisipan terdiri atas wali kelas Va, Vb, dan Vc, serta dua siswa kelas Va. Keabsahan data diperoleh dengan triangulasi sumber dan teknik. hasil penelitian menunjukkan guru berperan efektif sebagai fasilitator dengan menciptakan pembelajaran interaktif, membimbing eksperimen, dan mendorong partisipasi aktif. Metode eksperimen meningkatkan soft skill siswa, terlihat dari kemampuan komunikasi, rasa ingin tahu, kreativitas menyusun benda, sikap religius melalui doa, serta tanggung jawab dalam merawat alat. Kendala utama meliputi keterbatasan fasilitas, kurangnya kesiapan siswa membawa alat, dan perlunya peningkatan keterampilan guru. disimpulkan bahwa metode eksperimen cukup efektif dalam memperkuat soft skill siswa sekolah dasar, meskipun strategi lanjutan tetap dibutuhkan agar hasil lebih optimal.
9.png)